Ketidaknyamanan di sepanjang tendon Achilles sering kali lebih terlihat selama beberapa langkah pertama setelah bangun tidur. Gejala biasanya membaik dengan gerakan.
Pengobatan Tendonitis Achilles di Singapura
Tendonitis Achilles adalah suatu kondisi yang memengaruhi tendon yang menghubungkan otot betis ke tulang tumit. Kondisi ini berkembang ketika tendon mengalami tekanan berulang atau peningkatan aktivitas secara tiba-tiba, yang menyebabkan peradangan, kekakuan, dan ketidaknyamanan. Kondisi ini dapat menyulitkan Anda untuk berjalan, berlari, dan menaiki tangga. Tanpa penanganan yang tepat, gejala dapat menetap dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala Tendonitis Achilles
Tingkat keparahan dan durasi tendonitis Achilles memengaruhi gejala yang dialami. Gejala yang umum meliputi:
Kaku dan Nyeri di Pagi Hari
Nyeri Saat Beraktivitas
Nyeri berkembang atau memburuk dengan berolahraga, terutama aktivitas yang melibatkan berlari, melompat, atau menaiki tangga. Sesi yang lebih lama atau lebih intens cenderung meningkatkan ketidaknyamanan.
Kelembutan untuk Disentuh
Ketika ditekan, area yang terkena akan terasa sensitif, biasanya 2-3 sentimeter di atas tulang tumit.
Pembengkakan
Pembengkakan dapat terjadi di sepanjang tendon atau di dekat perlekatannya pada tumit, terkadang disertai rasa hangat.
Penyebab dan Faktor Risiko
Beberapa faktor berkontribusi terhadap tendonitis Achilles, termasuk tingkat aktivitas, masalah struktural, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya.
-
Peningkatan Aktivitas Tanpa Pengkondisian
Intensitas atau durasi latihan yang meningkat dengan cepat tanpa pengkondisian yang tepat akan membebani tendon. Hal ini terjadi ketika memulai program latihan baru atau melanjutkan latihan setelah istirahat.
-
Fleksibilitas Tendon Berkurang
Tendon Achilles menjadi kurang fleksibel seiring bertambahnya usia, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi dan cedera.
-
Stres yang Berulang Akibat Olahraga atau Latihan
Berlari, melompat, dan perubahan arah yang tiba-tiba menimbulkan tekanan pada tendon, sehingga lebih rentan terhadap peradangan.
-
Masalah Struktur dan Keselarasan Kaki
Kaki yang datar, lengkungan yang tinggi, atau alas kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan tekanan pada tendon.
-
Kondisi Medis yang Mendasari
Artritis reumatoid, diabetes, dan kondisi sistemik lainnya dapat memengaruhi kesehatan tendon dan memperlambat pemulihan.
Metode Diagnostik
- Physical Examination: Swelling, tenderness, and range of motion are assessed through specific movement tests. These evaluations by a foot and ankle specialist provide insight into tendon flexibility, strength, and severity of the condition.
- Medical Imaging: Ultrasound or MRI scans provide detailed images of tendon structure, showing inflammation, degeneration, calcium deposits, or bone spurs. These scans help determine the condition’s type and extent.
- Thompson Test: This test assesses tendon function. The calf muscle is squeezed while lying face down with the feet hanging off the edge of a table. A typical response causes the foot to move; if there is no movement, it may indicate a tendon rupture.
Pilihan Perawatan
Pengobatan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan durasi gejala. Banyak kasus membaik dengan tindakan non-bedah, tetapi kasus yang menetap mungkin memerlukan intervensi bedah.
Perawatan Non-Bedah
- Activity Modification: Reducing activities that worsen symptoms allows the tendon to heal. Low-impact exercises, such as swimming or cycling, may help maintain fitness during recovery.
- Physiotherapy: A structured exercise programme strengthens the calf muscles and improves tendon flexibility. Treatment often begins with gentle stretching and progresses to strengthening exercises.
- Pain Management: Applying ice packs to the affected area for 15–20 minutes several times daily may help reduce inflammation and ease discomfort. Non-steroidal anti-inflammatory drugs can provide short-term pain relief but do not accelerate healing. Topical anti-inflammatory gels and other methods may also help manage symptoms.
Perawatan Bedah
- Pembedahan dan Perbaikan: Prosedur ini melibatkan pengangkatan jaringan tendon yang rusak, area yang menebal, dan taji tulang yang terbentuk pada titik perlekatan tendon. Dengan menghilangkan bagian yang rusak, tendon yang masih sehat dapat berfungsi lebih efektif. Kadang-kadang, tendon diperkuat dengan jahitan untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitasnya.
- Transfer Tendon: Ketika sebagian besar tendon Achilles rusak dan tidak dapat diperbaiki secara efektif, maka tendon di dekatnya, biasanya tendon fleksor hallucis longus (FHL) dari tungkai bawah, digunakan untuk memperkuat area yang terkena. Hal ini membantu memulihkan fungsi dan memungkinkan gerakan yang lebih baik tanpa mengorbankan mekanika kaki yang penting.
Apakah Gejala Anda
Mempengaruhi Kualitas Hidup Anda?
Consult our MOH-accredited specialist for an accurate diagnosis & personalised treatment plan today.
Pencegahan dan Manajemen Jangka Panjang
Preventing Achilles tendonitis and reducing the risk of recurrence involves maintaining flexibility, managing physical activity, and minimising strain on the tendon. Regular calf stretching helps keep the tendon flexible, while gradually increasing training intensity allows it to adapt without excessive stress.
Wearing well-cushioned footwear or orthotic inserts can help distribute pressure more evenly, reducing unnecessary strain. A varied exercise routine, incorporating activities like swimming or cycling, prevents overuse of the same muscle groups. Managing body weight also lessens the load on the lower limbs, supporting overall tendon health. Similar preventive measures also help reduce the risk of other foot conditions like plantar fasciitis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan?
Pemulihan bervariasi berdasarkan tingkat keparahan kondisi dan kepatuhan terhadap pengobatan. Sebagian besar kasus membaik dalam waktu enam minggu hingga enam bulan, dan banyak orang yang dapat kembali beraktivitas secara normal dalam waktu sekitar tiga bulan.
Apakah tendonitis Achilles dapat menjadi kronis?
Jika tidak diobati atau jika tendon berulang kali tegang, gejala dapat bertahan atau memburuk seiring berjalannya waktu, yang berpotensi menyebabkan degenerasi tendon dalam jangka panjang.
Haruskah saya menghentikan semua olahraga selama pemulihan?
Belum tentu. Aktivitas berdampak rendah yang tidak menimbulkan rasa sakit, seperti berenang atau bersepeda, mungkin masih sesuai, tergantung pada tingkat keparahan gejala dan respons individu.
Rencana Asuransi Korporat & Pribadi
Untuk warga negara Singapura, penduduk tetap Singapura, dan warga negara asing.
Silakan hubungi staf klinik kami yang ramah untuk informasi penggunaan asuransi Anda.
Lokasi Kami
Alun-Alun Parkview, #10-01, Singapura 188778
+65 6956 6589
Ajukan Pertanyaan
Ada pertanyaan? Isi formulir dan kami akan segera menghubungi Anda.
Lokasi Kami
Alun-Alun Parkview, #10-01, Singapura 188778
+65 6956 6589