Penyebab dan Faktor Risiko
Konstipasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang memengaruhi fungsi usus normal dan pergerakan melalui saluran pencernaan.
-
Faktor diet
Asupan serat yang tidak mencukupi dan konsumsi cairan yang tidak memadai adalah penyebab utama sembelit, karena keduanya diperlukan untuk pembentukan feses yang tepat.
-
Ketidakaktifan fisik
Kurangnya olahraga teratur memperlambat pergerakan usus, karena aktivitas fisik membantu menstimulasi otot-otot di saluran pencernaan.
-
Obat-obatan
Obat-obatan tertentu, termasuk pereda nyeri opioid, antidepresan, antikejang, suplemen zat besi, dan beberapa antasida, dapat menyebabkan sembelit sebagai efek samping.
-
Kondisi medis
Gangguan neurologis, kondisi metabolik dan endokrin, serta kelainan struktural saluran pencernaan dapat menyebabkan konstipasi kronis.
-
Mengabaikan dorongan tersebut
Berulang kali menunda buang air besar ketika dorongan untuk buang air besar muncul dapat menyebabkan konstipasi karena tubuh mulai mengabaikan sinyal-sinyal tersebut.
-
Kehamilan
Perubahan hormon, tekanan pada usus akibat pertumbuhan janin, dan suplemen zat besi dapat menyebabkan konstipasi selama kehamilan.
-
Penuaan
Orang dewasa yang lebih tua lebih rentan terhadap sembelit karena metabolisme yang lebih lambat, penurunan tonus otot di saluran pencernaan, dan penggunaan obat-obatan.
-
Dehidrasi
Asupan cairan yang tidak mencukupi akan mengurangi kadar air dalam usus, sehingga feses menjadi lebih sulit dikeluarkan.